Semangat Hidup

Bacaan: Matius 6:25-34
Kunci Sukses: Hidup dalam sukacita Tuhan Yesus dapat membawa pada kemenangan.
Memperdalam akar iman: "Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:34b)
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 17-18; Mazmur 8

Di era yang semakin sulit ini, temyata banyak orang yang pesimis. Namun, seburuk apa pun kondisi dunia ini, kita harus tetap punya semangat hidup. Kita harus yakin bahwa hidup kita Tuhan yang atur. Jadi, tak ada alasan buat kita
untuk kuatir menghadapi hidup ini. Pepatah bijak mengatakan, "Gantunglah cita-citamu setinggi bintang di langit." Saya yakin kalimat bijak itu patut direnungkan. Sebagai orang Kristen kita memang harus memiliki semangat dan cita-cita yang tinggi untuk memotivasi langkah-langkah hidup yang akan kita jalani. Jika kita menjadi kuatir dan semangat hidup kita patah, otomatis kita akan gagal menjadi murid Yesus.

Mengapa? Sebab orang Kristen itu disiapkan Yesus untuk melayani orang lain yang menderita. Jika kita tak punya semangat hidup, mana mungkin kita dapat membantu orang lain? Orang yang dapat membantu orang lain tentu adalah mereka yang mempunyai sikap hidup yang benar yaitu percaya bahwa Yesus akan menolong. Jika hidup kita diselimuti kekuatiran, pasti untuk menolong diri sendiri terasa susah, apalagi untuk orang lain. Pada ayat 33 dikatakan "tetapi carilah dahulu kerajaan Allah...." ini merupakan perintah dari Tuhan Yesus kepada anak-anak-Nya untuk selalu mencari hadirat Allah sebab bila kita mengutamakan Allah, maka kita akan berhasil dalam hidup. Hal ini merupakan syarat mutlak untuk memperoleh semangat hidup yang penuh dengan sukacita dan damai sejahtera. Apabila tujuan hidup atau motivasi kita sudah benar, yaitu untuk mencari kerajaan Allah, maka pekerjaan atau ujian apa pun yang dihadapi, tentu tak akan membuat kita kuatir.

Saudara memiliki motivasi yang benar dalam mengiring Tuhan, agar bukan keinginan daging yang mendominasi hidup kita. Sebaliknya, hiduplah dalam sukacita Tuhan Yesus yang dapat membawa pada kemenangan, sehingga kita tidak kuatir dengan situasi dunia.

Renungan Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar