Di Dalam Yesus Kristus

Bacaan: Kejadian 28:1-22
Kunci Sukses: Dalam kebenaran Kristus kita dapat memperoleh hikmat, berpikir dan berbuat seperti DIA.
Memperdalam akar iman: "...Ia bertahan sama seperti Ia melihat apa yang tidak kelihatan" (Ibrani 11:27b)
Bacaan Alkitab Setahun: Kej 10-11; Mat 6

Anak saya, David, masuk bisnis administrasi di perguruan tinggi sebelum mengambil peranan yang sangat panting di pekerjaan World Evangelism dan New inspirational Network. Salah satu dari sekian banyak buku di perpustakaannya yaitu tentang manajemen dimulai dengan pernyataan ini: tingkat kelakuan manusia berasal dari interpretasi pikirannya. Adalah benar dalam Yakub mengatur hidupnya. Meski kenyataannya, ia memiliki beberapa pengalaman bertemu Tuhan secara pribadi sejak meninggalkan rumah dan Tuhan memberkati dengan luar biasa sampai seluruh keluarga dan kebutuhan materinya dipenuhi. Di pikirannya masih merasa terancam kakaknya akan membunuhnya. Ia melihat keadaannya secara alamiah dari sisi apa yang pantas didapat dan didengarya daripada berdasar perjanjian Tuhan dengannya. Jika saja kita belajar melihat semua seperti Tuhan melihat. Jika hanya memiliki titik pandangan-Nya, betapa berbedanya hidup kita. Jika kita bisa melihat apa yang dilihat Tuhan, kita tidak pernah bertanya, "Mengapa Tuhan?" Tapi katarak rohani sering membutakan mata kita sehingga tidak dapat merasakan situasi sebenarnya. Kita mengerti situasi dari yang kita pikir, lihat, dengar, dikatakan orang, atau yang akan terjadi dengan rancangan kita? Kenyataannya: selama kepergian Yakub dari tanah airnya, Tuhan juga memberkati kakaknya. Esau sedang dalam perjalanan menemuinya. Ia tidak berencana membunuh dan menginginkan hadiah Yakub. Ia memiliki banyak ternak dan barang¬barang. Tuhan telah bekerja di hidup dan hati Esau dan menghapus semua yang sangat ditakutkan Yakub.

Itu adalah ayat terkenal di kitab Amsal yang berkata, "Orang fasik walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda" (Amsal 28:1). Artinya kita takut ketika tidak ada yang harus ditakutkan jika hati tidak benar dengan Tuhan. Ketika hati benar, kita tidak memiliki rasa takut. Ini bukan kebenaran apapun dalam diri kita. "Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor..." (Yesaya 64:6). Jika kita berada dalam Yesus Kristus, kita ikut serta dalam kebenaran-Nya. "Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita." (1 Korintus 1:30). Dalam kebenaran Kristus kita dapat memperoleh hikmat untuk melihat seperti Dia melihat, berpikir seperti Dia berpikir dan berbuat seperti Dia berbuat. "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." (Filipi 2:5).

Renungan Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar