Persekutuan Orang yang Hatinya Berkorban

Bacaan: Lukas 24:13-35
Kunci Sukses: Di sana ada salib di hati Allah dalam setiap waktu.
Memperdalam akar iman: "Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" (Lukas 24:32)
Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 33-34; Lukas 1

Salib merupakan pembuka hati yang peduli dari Allah. Salib merupakan suatu pernyataan yang tepat waktu, di dalam waktu, untuk sepanjang waktu akan apa yang telah terungkap di Kalvari dapat diperoleh bagi Anda dan saya. Ketika kita berani mempedulikan orang lain, suatu Kalvari kecil diperankan. Kita mati tehadap diri kita sendiri dan membuka diri kita untuk menerima kasih yang memampukan yang berdebar-debar melewati salib itu. Kita tidak dapat mengetahui kedalaman dari kasih itu sampai kita mempedulikan orang-orang dan kebutuhan¬kebutuhan mereka. Ketika kita terlibat dalam kepedulian yang berharga, kasih dan salib itu berkobar-kobar melalui perkataan, tindakan, dan perhatian kita. Kita menjadi suatu bagian dari persekutuan dan hati yang berkobar-kobar, milik Allah! Ketika Yesus datang kepada orang-orang yang dalam perjalanan ke Emaus, Ia mengajar mereka dari Alkitab siapakah Dia adanya.

Kita dapat membayangkan bagaimana wujud sukacita yang seharusnya karena kita telah dibimbing dalam suatu penelaahan bahwa Dia adalah anak domba yang dikorbankan itu, kambing hitam, penebusan untuk dosa-dosa. Kemudian Ia membimbing mereka nabi-nabi, untuk menekankan semua rujukan kepada-Nya. Itulah saatnya di mana salib dan kebangkitan Kristus menjadi nyata. Kemudian, ketika Ia memecah-mecahkan roti dalam rumah mereka, mereka tahu bahwa Dia adalah Tuhan. Ia telah memasang api yang menyala dalam hati mereka. Api dari Allah yang tersingkap di Kalvari.

Renungan Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar